Rabu, 23 Oktober 2013

PERANAN MANAGER DALAM PENGELOLAAN MANAJEMEN INFORMASI DI PERUSAHAAN

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Menjadi seorang manajer memang bukan perkara mudah,perlu betahun-tahun pengalaman dan jam terbang serta bidang keilmuan yang mencukupi yang bisa menjadikan ia pantas disebut dan diangkat menjadi seorang manajer. seorang manajer harus mampu untuk mengatasi masalah dan mampu untuk meramalkan kejadian yang akan terjadi bila sebuah keputusan diambil,namun tidak semua manajer itu berkerja selayaknya seorang manager,ada manajer yang hanya bisa menyuruh-nyuruh dan tidak mau dikoreksi apa bila dia salah dan tidak mau dikritik padahal pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mau mendengarkan keluhan dari bawahanya.
Peranan seorang manajer dalam suatu organisasi itu sangatlah penting karena keberadaan seorang manajer menjadi motivator bagi karyawan-karyawannya dan salah satu ujung tombak dari keberhasilan suatu organisasi. Salah satu tugas atau peran seorang majaner yaitu harus bisa mengatasi konflik yang ada dalam suatu organisasi yang dipimpinnya sehingga setiap konflik itu dapat diselesaikan dengan baik dan tidak ada yang merasa dirugikan. Seorang manajer dalam melakukan tugasnya menjamin ketersediaan, keakuratan, ketepatan, dan keamanan informasi serta pengaturan organisasi yang baik serta dibutuhkan oleh suatu organisasi untuk mencapai tujuan organisasi, sekaligus meningkatkan eksistensi organisasi di tengah-tengah lingkungannya. Keberhasilan menjalankan tugas ini mensyaratkan manajer mempunyai kemampuan multi disiplin, seperti dalam bidang : teknologi, bisnis, manajemen, serta kepemimpinan.
Manajemen informasi adalah pengelolaan data dimana didalamnya mencakup proses mencari, menyusun, mengklasifikasikan, serta menyajikan berbagai data yang terkait dengan kegiatan yang dilakukan perusahaan sehingga dapat dijadikan landasan dalam pengambilan keputusan oleh manajemen.


B.     Pembatasan masalah

Penulisan makalah sederhana ini hanya dibatasi berkaitan dengan “ Peran Manager dalam Pengelolaan Manajemen Informasi di Perusahaan ”. dan korelasi dengan hal – hal yang terkait tanpa menghilangkan esensi peranan, dan fungsi manager itu sendiri.

C.     Tujuan penulisan
Penulisan makalah ini memiliki tujuan sebagai berikut :
1.      Sebagai pemenuhan tugas mata kuliah Sistem Informasi Manajemen
2.      Sebagai bahan bacaan dan referensi tambahan bagi pihak-pihak yang   membutuhkan untuk berbagai keperluan.


BAB II
PEMBAHASAN

Manajer adalah seorang yang memiliki tanggung jawab seluruh bagian pada suatu perusahaan atau organisasi. Manajer memimpin beberapa unit bidang fungsi pekerjaan yang mengepalai beberapa. Pada perusahaan yang berskala kecil mungkin cukup diperlukan satu orang manajer umum, sedangkan pada perusahaan atau organisasi yang berkaliber besar biasanya memiliki beberapa orang manajer umum yang bertanggung-jawab pada area tugas yang berbeda-beda.
v  Tingkatan manajer
Pada organisasi berstruktur tradisional, manajer sering dikelompokan menjadi manajer puncak, manajer tingkat menengah, dan manajer lini pertama (biasanya digambarkan dengan bentuk piramida, di mana jumlah karyawan lebih besar di bagian bawah daripada di puncak). Berikut ini adalah tingkatan manajer mulai dari bawah ke atas:
1.      Manejemen lini pertama (first-line management), dikenal pula dengan istilah manajemen operasional, merupakan manajemen tingkatan paling rendah yang bertugas memimpin dan mengawasi karyawan non-manajerial yang terlibat dalam proses produksi. Mereka sering disebut penyelia (supervisor), manajer shift, manajer area, manajer kantor, manajer departemen, atau mandor (foreman).
2.      Manajemen tingkat menengah (middle management), mencakup semua manajemen yang berada di antara manajer lini pertama dan manajemen puncak dan bertugas sebagai penghubung antara keduanya. Jabatan yang termasuk manajer menengah di antaranya kepala bagian, pemimpin proyek, manajer pabrik, atau manajer divisi.
3.      Manajemen puncak (top management), dikenal pula dengan istilah executive officer. Bertugas merencanakan kegiatan dan strategi perusahaan secara umum dan mengarahkan jalannya perusahaan. Contoh top manajemen adalah CEO (Chief Executive Officer), CIO (Chief Information Officer), dan CFO (Chief Financial Officer).
Meskipun demikian, tidak semua organisasi dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan menggunakan bentuk piramida tradisional ini. Misalnya pada organisasi yang lebih fleksibel dan sederhana, dengan pekerjaan yang dilakukan oleh tim karyawan yang selalu berubah, berpindah dari satu proyek ke proyek lainnya sesuai dengan dengan permintaan pekerjaan.
Keberadaan manajer bisa kita saksikan ada di mana-mana diberbagai tingkat dan dalam berbagai bidang fungsional pada perusahaan.
Manajer Dijumpai pada Semua Jenjang, sesuai dengan tingkatan manajemen, yaitu :
a.       Tingkat Perencanaan Strategis (Strategic planning level)
Merupakan manajer pucak organisasi. Mereka mempunyai pengaruh atas keputusan-keputusan yang diambil pada seluruh organisasi selama beberapa tahun mendatang. Istilah lain yang digunakan yakni eksekutif.

b.      Tingkat Pengendalian Manajemen (Management control level)
Merupakan manajer tingkat menengah, yang memiliki tanggung jawab untuk merubah rencana menjadi tindakan dan memastikan agar tujuannya tercapai.

c.       Tingkat Pengendalian Operasional (Operational conrol level)
Merupakan manajer tingkat bawah, yang bertangung jawab menyelesaikan rencana-rencana yang telah ditetapkan oleh para manajer ditingkat yang lebih tinggi.
Selain keberadaan manajer itu ada di berbagi tingkatan organisasi atau perusahaan. Manajer juga dijumpai dalam Bidang Fungsional perusahaan, tempat berbagai sumberdaya dipisahkan menurut jenis pekerjaan yang dilakukan. Pembagian bidang fungsional pada umunya yaitu seperti :
1.      Bidang fungsional keuangan (Finance)
2.      Bidang fungsional jasa informasi (Information services)
3.      Bidang fungsional pemasaran (Marketing)
4.      Bidang fungsional sumberdaya manusia (Human resources)
5.      Bidang fungsional manufaktur (Manufacturing)

Selanjutnya, dengan Tugas Manajer secara umum (Henry Fayol, 1914) :
1.      Perencanaan (Planning)
2.      Penataan atau pengorganisasian (Organizing)
3.      Penyusunan Staf (Staffing)
4.      Pengarahan (Directing)
5.      Pengawasan (Controlling)
Uraian dari tugas manajer yang dinyatakan oleh Henri Fayol dianggap masih belum menggambarkan tugas manajer secara menyeluruh. Untuk itulah dikembangkan kerangka kerja yang lebih rinci dan dikenal dengan istilah Peranan Manajer (Henry Mintzberg : Managerial roles) :
1.         Interpersonal roles (aktivitas antar pribadi) :
a.       Figurehead (kepala), melaksanakan tugas-tugas seremonial
b.      Leader (pemimpin), memelihara unit dengan mempekerjakan dan melatih staf serta memberikan dorongan dan motivasi
c.       Liaison (penghubung), menjalin hubungan dengan orang-orang di luar unit, rekan kerja di unitnya dengan tujuan menyelesaikan masalah-masalah yang ada.

2.         Informational roles (aktivitas informasi) :
a.        Monitor (pemantau), secara tetap mencari informasi kinerja unit
b.      Disseminator (pewarta), meneruskan informasi yang berharga kepada orang lain di dalam unitny
c.       Spokesperson (juru bicara), meneruskan informasi yang berharga kepada orang-orang di luar unit – pimpinan dan orang disekitarnya.

3.         Decisional roles (aktvitas keputusan) :
a.       Entrepreneur (wirausahawan), membuat perbaikan-perbaikan yang cukup permanen pada unit, misal : mengubah struktur organisasi
b.      Disturbance handler (pemberes gangguan), mampu bereaksi pada kejadian-kejadian tidak terduga
c.       Resource Allocator (pembagi sumberdaya), mampu mengendalikan pengeluaran unitnya, menentukan alokasi sumberdaya bagi unit bawahannya
d.      Negotiator (perunding), mampu menengahi perselisihan baik di dalam unitnya maupun antar unit dan lingkungannya.

Seorang manajer yang berhasil harus banyak memiliki keahlian. Dari sekian banyak keahlian tersebut, terdapat dua keahlian yang mendasar, yaitu :
1)      Keahlian Komunikasi (communication skill)
2)      Keahlian Pemecahan Masalah (problem solving)

v  Pemberlakuan etika terhadap manajer sebagai berikut :
·         Etika manajerial
adalah standar prilaku yang memandu manajer dalam pekerjaan mereka. Ada tiga kategori klasifikasi menurut Ricky W. Griffin:
1.      Perilaku terhadap karyawan
2.      Perilaku terhadap organisasi
3.      Perilaku terhadap agen ekonomi lainnya
Selain itu juga bias terdapat konflik dalam organisasi manajer. Menurut Baden Eunson (Conflict Management, 2007,diadaptasi), terdapat beragam jenis konflik :
1)      Konflik vertikal yang terjadi antara tingkat hirarki,seperti antara manajemen puncak dan manajemen menengah, manajemen menengah dan penyelia, dan penyelia dan subordinasi. Bentuk konflik bisa berupa bagaimana mengalokasi sumberdaya secara optimum, mendeskripsikan tujuan, pencapaian kinerja organisasi, manajemen kompensasi dan karir.
2)      Konflik Horisontal, yang terjadi di antara orang-orang yang bekerja pada tingkat hirarki yang sama di dalam perusahaan. Bentuk konflik ini adalah tentang perumusan tujuan yang tidak cocok, tentang alokasi dan efisiensi penggunaan sumberdaya, dan pemasaran.
3)      Konflik di antara staf lini, yang terjadi di antara orang-orang yang memiliki tugas berbeda. Misalnya antara divisi pembelian bahan baku dan divisi keuangan. Divisi pembelian mengganggap akan efektif apabila bahan baku dibeli dalam jumlah besar dibanding sedikit-sedikit tetapi makan waktu berulang-ulang. Sementara divisi keuangan menghendaki jumlah yang lebih kecil karena terbatasnya anggaran. Misal lainnya antara divisi produksi dan divisi pemasaran. Divisi pemasaran membutuhkan produk yang beragam sesuai permintaan pasar. Sementara divisi produksi hanya mampu memproduksi jumlah produksi secara terbatas karena langkanya sumberdaya manusia yang akhli dan teknologi yang tepat.
4)      Konflik peran berupa kesalahpahaman tentang apa yang seharusnya dikerjakan oleh seseorang. Konflik bisa terjadi antarkaryawan karena tidak lengkapnya uraian pekerjaan, pihak karyawan memiliki lebih dari seorang manajer, dan sistem koordinasi yang tidak jelas.

Terdapat juga faktor penyebab konflik diantaranya yaitu :
a)      Perbedaan individu, yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan.
b)      Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda.
c)      Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok.

Factor penyebab konflik lainnya seperti :
a)      Batasan pekerjaan yang tidak jelas
b)      Hambatan komunikasi
c)      Tekanan waktu
d)     Standar, peraturan dan kebijakan yang tidak masuk akal
e)      Pertikaian antar pribadi
f)       Perbedaan status
g)      Harapan yang tidak terwujud

v  Pengelolaan Konflik
1.      Disiplin : Mempertahankan disiplin dapat digunakan untuk mengelola dan mencegah konflik. Manajer perawat harus mengetahui dan memahami peraturan-peraturan yang ada dalam organisasi. Jika belum jelas, mereka harus mencari bantuan untuk memahaminya.
2.      Pertimbangan Pengalaman dalam Tahapan Kehidupan : Konflik dapat dikelola dengan mendukung perawat untuk mencapai tujuan sesuai dengan pengalaman dan tahapan hidupnya. Misalnya : perawat junior yang berprestasi dapat dipromosikan untuk mengikuti pendidikan kejenjang yang lebih tinggi, sedangkan bagi perawat senior yang berprestasi dapat dipromosikan untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi.
3.      Komunikasi : Suatu Komunikasi yang baik akan menciptakan lingkungan yang terapetik dan kondusif. Suatu upaya yang dapat dilakukan manajer untuk menghindari konflik adalah dengan menerapkan komunikasi yang efektif dalam kegitan sehari-hari yang akhirnya dapat dijadikan sebagai satu cara hidup.
4.      Mendengarkan secara aktif : Mendengarkan secara aktif merupakan hal penting untuk mengelola konflik. Untuk memastikan bahwa penerimaan para manajer perawat telah memiliki pemahaman yang benar, mereka dapat merumuskan kembali permasalahan para pegawai sebagai tanda bahwa mereka telah mendengarkan.

v  Petunjuk Pendekatan Situasi Konflik
a.       Diawali melalui penilaian diri sendiri
b.      Analisa isu-isu seputar konflik
c.       Tinjau kembali dan sesuaikan dengan hasil eksplorasi diri sendiri.
d.      Atur dan rencanakan pertemuan antara individu-individu yang terlibat konflik
e.       Memantau sudut pandang dari semua individu yang terlibat
f.       Mengembangkan dan menguraikan solusi
g.      Memilih solusi dan melakukan tindakan
h.      Merencanakan pelaksanaannya

v  Teori Manajer dalam Manajemen
Ada 3 teori dasar dalam manajemen, pertama adalah model tradisonal, kedua adalah human relations, dan ketiga adalah human resources (Milles) yaitu :
1.      Model Tradisional
Dalam pendekatan ini manajer menggunakan pola motivasi tradisional. Manajer berasumsi bahwa pekerjaan itu tidak menyenangkan bagi manusia, upah lebih penting dari kerja itu sendiri, dan hanya sedikit sekali orang yang memiliki pengendalian dan pengarahan diri. Oleh karena itu, maka jalan keluar yang dilakukan manajer adalah melakukan supervise yang ketat merumuskan berbagai cara dan prosedur kerja sesederhana mungkin, dan memaksa apa yang diinstruksikan kepada bawahan. Dengan demikian diharapkan bawahan akan patuh dan menghasilkan apa yang telah ditetapkan.
2.      Model Human Relations
Dalam pendekatan ini manajer menggunakan pola human relations, manajer berasumsi bahwa bawahannya ingin merasa berguna dan penting, ingin dikenal sebagai seorang individu yang berarti dan keinginan tersebut mungkin lebih peting daripada uang. Oleh karena itu, maka tindakan yang dilakukan para manajer dalam melakukan tugasnya adalah memuji individu dan bawahannya agar mereka merasa penting/ berguna, selalu mendengar keluhan dan saran bawahannya, melakukan pengendalian dan pengarahan diri dalam hal-hal rutin.
3.      Model Human Resources
Dalam pendekatan ini, seorang manajer menggunakan pola human resource. Manajer berasumsi bahwa orang bisa saja tertarik terhadap pekerjaan yang menantang (tidak selalu uang), memiliki kreativitas dan inisiatif serta tanggungjawab yang tinggi untuk mengendalikan dan mengarahkan dirinya.
Dari ketiga pendekatan tersebut, dapat dilihat variasi pola kepemimpinan seorang manajer dalam suatu organisasi, termasuk manajer public. Pola yang dipilih tentu saja tergantung dari asumsi dasar yang dianut oleh seorang manager tentang hakekat manusia dalam organisasi, teknologi yang dimiliki, serta lingkungan dan situasi yang sedang dihadapi. Disamping itu, model sangat mempengaruhi bentuk struktur organisasi.


BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa peran manajer dalam mengelola konflik        dalam suatu organisasi itu sangan penting diantaranya:
a.       Manajer sebagai mediator dalam memecahkan masalah
b.      Manajer sebagai konsultan terhadap bawahan
c.       Manajer sebagai motivator terhadap organisasinya
d.      Manajer mempunyai peran penting dalam pengambil keputusan
Seorang manajer diharuskan bisa menguasai semua permasalahan dan dapat diselesaikan dengan musyawarah dan pemikiran yang baik sebelum memutuskannya. Selain itu seorang manajer juga diharapkan bisa menjadi teman sekaligus sebagai orang tua dalam organisasi sehingga dengan keadaan seperti itu perkembangan organisasi bisa diciptakan dengan baik dan dapat mewujudkan apa yang menjadi visi dan misi dalam organisasinya. Dan dari itu semua seorang manager bisa membawa perusahaan itu menjadi lebih maju dan lebih baik lagi dengan ketegasan dan sifat pemimpin yang berwibawa serta dibantu karyawan-karyawannya yang setia bekerja untuk perusahaan yang sedang dijalankannya.


Daftar Pustaka

http://afrizanraja.wordpress.com/2013/05/29/peran-manajer-dalam-perusahaan/

Senin, 01 Juli 2013

Tugas Kewirausahaan 2


7 aspek kelayakan usaha pada usaha "kebab Turki Baba Rafi" :


a.    Aspek dasar
Usaha ini memiliki dasar pendirian yang jelas dari segi modal, kualitas, tenaga kerja, dan pasar.
b.    Aspek teknisi dan produk
Secara teknik dan produk Baba Rafi menawarkan berbagai macam produk varian, berbagai macam rasa dengan mencakup pasar menengah kebawah.
c.    Aspek lokasi dan letak
PT. Baba Rafi menetapkan dari seluruh cabang terletak pada pusat kota yang merupakan lokasi pasar yang strategis.
d.   Aspek managemen dan pengelolaan
Semua managemen yang berhubungan dengan penjualan dikelola oleh pusat PT. Baba Rafi dari seluruh cabang di Indonesi. Dengan sistem franchis, keuangan dan profit dikelola secara sharing
e.    Aspek hukum
Terdaftar secara hukum
f.     Aspek lingkungan dan ekonomi
Secara ekonomi PT. Baba Rafi banyak mempekrtjakan tenaga kerja, sehingga meningkatkan taraf hidup masyarakat luas.
g.    Aspek keuangan
           Aspek yang tujuannya menghasilkan benefit dan profit

Tugas Kewirausahaan 1


13 pertanyaan analisis "Kebab Turki Baba Rafi"


Pertanyaan :
1.        Kapan dia memulai usaha, dan dimana ?, Apakah usaha yang sama ?
2.        Apakah dia mengembangkan usahanya sebagai usaha mandiri ?
3.        Sumber modal usahanya adalah dan asendiri atau dari luar, kalau dari luar sebutkan ! dan berapa jumlahnya ?
4.        Diman dia awal memasarkan produknya ?
5.        Apakah dia menjual produk yang sama ?
6.        Siapa pemilik usaha tersebut pada saat awal dan sekarang ?
7.        Apa bentuk kepemilikannya ?
8.        Berapa tenaga kerja yang dipekerjakan saat awal dan saat ini ?
9.        Apakah ada sistem manajemen tertentu pada saat sekarang ?
10.    Apakah ada orang yang ditunjuk sebagai ketua atau koordinator dalam usaha, bagai mana cara penunjukan ketua dan koordinator itu ?
11.    Apakah ada  prestasi yang dicapai untuk usaha tersebut ?
12.    Menurut anda apakah itu usaha sukses ?, sebutkan 7 aspek !
13.    Apakah menurut anda usaha tersebut dapat bertahan lama dan berkembang ?

Jawaban :
1.        Beliau memulai usahanya pada awal tahun 2003, di Surabaya dan tidak usaha yang sama karena usaha ini baru dikembangkan olehnya.
2.        Ya betul, beliau mengembangkan usahanya mandiri.
3.        Sumber modal didapatkan dari orangtuanya.
4.        Awal mula beliau menjajakna gerobak  jualan pertamanya disalah satu pojok jalan Nginden Semolo, berdekatan dengan area kampus dan tempat tinggalnya.
5.        Beliau tidah menjual produk yang sama dengan produk yang sudah dijajakan pengusaha-pengusaha kuliner sebelumnya.
6.        Pemilik usaha “kebab Turki Baba Rafi” ini awal dan saai ini pun tetap sama yaitu Hendy Setiono.
7.        Bentuk kepemilikan nya pada awal adalah usaha rumah tangga dan pada awal tahun 2005 usahanya dilakukan secara waralaba.
8.        Tenaga kerja saat usaha ini dirintis adalah satu orang yaitu Hendy sendiri. Dan sekarang tenaga kerja yang diserap sudah mencapai 2400 orang (karyawan tetap + dari supplier )
9.        Untuk saat ini tidak ada system manajemen yang diterapakan untuk usaha Kebab Turki Baba Rafi ini.
10.    Tidak ada orang yang ditunjuk sebagai ketua atau koordinator.
11.    Beliau mendapatkan banyak sekali penghargaan dalam skala nasional maupun internasional. Berikut ini sederetan penghargaan yang diraih oleh beliau selama menjalankan usahanya.
Pada tahun 2005:
1.    Pemenang 1 "Rencana Bisnis Pengusaha" di Petra Universitas Surabaya
2.    Juara 1 dalam "Membuat Uang Dengan Persaingan Tidak ada" di Makassar
Pada tahun 2006:
1.    "Asia's Best Entrepreneur Under 25 Years" oleh majalah BusinessWeek
2.    "10 People Of The Year 2006" oleh Majalah Tempo
3.    Pemenang "Enterprise 50" - Pengusaha Hottest pada tahun 2006 oleh Majalah SWA
4.    Pemenang "Citra Pengusaha Berprestasi Indonesia Abad 21" oleh Profesi Indonesia
5.    Pemenang "Kecil dan Menengah Penghargaan Bisnis Pengusaha Indonesia" (ISMBEA 2006) oleh Kemenegkop dan UKM
Pada tahun 2007:
1.    Inspirator "Suara Perubahan" oleh A Mild Live Soundrenaline 2007
2.    Pemenang "Wirausaha Muda Mandiri 2007" (Kategori Pasca Sarjana dan Alumni) oleh Bank Mandiri
3.    Pemenang "Best Achievement - Pengusaha Muda Penghargaan 2007" oleh Bisnis Indonesia
4.    Pemenang "Waralaba Terbaik 2007" - Kategori F&B Lokal oleh Majalah Pengusaha
5.    Pemenang "Manusia Berprestasi 2007" oleh Yayasan Citra Profesi Indonesia
6.    Pemenang "Penghargaan Pengusaha Indonesia Terbaik 2007" dengan Penghargaan Profesional Indonesia (IPA).
7.    Pemenang "Indonesian Best Start Up Perusahaan 2007" oleh Yayasan Prestasi Indonesia
8.    Pemegang "Pengusaha Jawara 2007" oleh Kontan
Pada tahun 2008:
1.    Pemenang “Asia Pasific Entrepreneurship Awards 2008” - Kategori Paling Menjanjikan oleh Enterprise Asia dari Malaysia
2.    Duta Indonesia untuk “Forum Iklim Pemimpin Muda Asia” oleh British Council
3.    Pemenang “Annual Award of the Most Favorite Leadership 2008” oleh The Leadership Award 2008
4.    “TOP 10 Indonesia Franchisor of The Year 2008” oleh Info Franchise Magazine
Pada tahun 2009:
1.    Pemenang Ernst & Young Entrepreneur of the Year – “Special Award Entrepreneurial Spirit 2009” oleh Ernst & Young
2.    “Waralaba Terbaik untuk Investasi 2009” oleh Majalah SWA
3.    Pemenang 1 “Indonesia Young Franchise Entrepreneur Award” oleh majalah Info Franchise
4.    Pemenang “TOP 30 Best ASEAN Franchise” oleh majalah Info Franchise
5.    Pemenang “The Best Marketing – Indonesia Franchisor Of The Year 2009” oleh majalah Info Franchise
6.    Pemenang “Asia Pasific Entrepreneurship Awards 2009” - Outstanding Category oleh Enterprise Asia dari Malaysia
Pada tahun 2010:
1.    Pemenang "Anugerah Peduli Pendidikan di Perusahaan Categorized" oleh Kemdikbud Indonesia
12.    Ya, usaha “Kebab Turki Baba Rafi” ini termasuk usaha sukses.
7 aspek kelayakan usaha :
a.    Aspek dasar
Usaha ini memiliki dasar pendirian yang jelas dari segi modal, kualitas, tenaga kerja, dan pasar.
b.    Aspek teknisi dan produk
Secara teknik dan produk Baba Rafi menawarkan berbagai macam produk varian, berbagai macam rasa dengan mencakup pasar menengah kebawah.
c.    Aspek lokasi dan letak
PT. Baba Rafi menetapkan dari seluruh cabang terletak pada pusat kota yang merupakan lokasi pasar yang strategis.
d.   Aspek managemen dan pengelolaan
Semua managemen yang berhubungan dengan penjualan dikelola oleh pusat PT. Baba Rafi dari seluruh cabang di Indonesi. Dengan sistem franchis, keuangan dan profit dikelola secara sharing
e.    Aspek hukum
Terdaftar secara hukum
f.     Aspek lingkungan dan ekonomi
Secara ekonomi PT. Baba Rafi banyak mempekrtjakan tenaga kerja, sehingga meningkatkan taraf hidup masyarakat luas.
g.    Aspek keuangan
           Aspek yang tujuannya menghasilkan benefit dan profit.

13.    Ya, menurut saya usaha kebab ini dapat bertahan lama dan berkembang karena sudah dapat dibuktikan dengan banyak nya cabang yang tersebar di Indonesia.